Mengapa indra perasa bukan pengukur suhu yang andal

Alasan Indra Perasa Bukan Pengukur Suhu

Mengapa indra perasa bukan pengukur suhu yang andal? Beberapa orang sering mengandalkan indera perasa atau lidah untuk mengukur suhu. Namun, lidah bukanlah alat ukur yang tepat untuk hal ini. Sebenarnya masih ada hal-hal lain yang mempengaruhinya.

Berikut ini adalah beberapa alasan indera perasa tak menunjukkan hasil yang akurat :

Hasil Pengukurannya jadi Lebih Tinggi

Bagian dalam tubuh memiliki temperatur yang lebih tinggi daripada luar. Begitu juga dengan temperatur pada lidah. Jika Anda mengukur suhu di lidah, biasanya hasilnya akan menjadi lebih tinggi. Hasilnya akan lebih kira-kira 1 derajat celcius dan sifatnya yang cenderung konstan.

Untuk penentuan sakit demam atau infeksi, tentu saja pengukuran lidah akan menjadi tidak akurat. Jika rata-rata suhu normal manusia 36.7 derajat, maka hasil pengukuran lidah menjadi 37.7 derajat. Orang yang diukur suhunya bisa dikategorikan sakit, padahal tidak.

Lidah adalah Indera Perasa Saja

Lidah merupakan indera perasa. Sehingga jika digunakan untuk mengukur suhu, maka hal itu bukanlah hal yang tepat. Lidah juga tak dipengaruhi oleh suhu ambien. Suhu yang panas pada lidah tak berarti orang tersebut tengah menderita demam. Suhu dingin juga tak berarti hipotermia.

Pengukuran Indra Perasa Tak Memberi Angka

Mengukur suhu tubuh menggunakan lidah perasa tidak akan memberi hasil yang akurat. Lidah tidak memberikan suhu dengan menunjukkan angka yang tepat. Hanya ada dua kemungkinan dari pengukuran ini, yakni lidah yang panas atau lidah yang dingin.

Setiap Orang Memiliki Persepsi Berbeda

Setiap orang memiliki persepsi yang berbeda tentang rasa panas atau dinginnya sesuatu. Belum lagi beberapa penyakit seperti panas dalam akan menghasilkan suhu jauh lebih tinggi dan berbeda dengan keadaan sebenarnya. Itulah alasan mengapa lidah sebaiknya tidak jadi patokan pengukuran.

Lidah Dipengaruhi oleh Makanan

Ada faktor yang mempengaruhi suhu pada indera perasa, yakni makanan dan minuman. Rasa, tekstur dan juga suhu makanan akan mempengaruhi reaksi pada lidah. Faktor ini tentunya mempengaruhi tingkat keakuratan pengukuran temperature.

Semakin dingin kondisi makanan, maka lidah akan mendingin. Begitu juga ketika makanannya bersuhu panas. Jika Anda mengukur suhu menggunakan termometer sekalipun, perlu jeda untuk pengukuran. Lakukan pengukuran setidaknya 15-30 menit setelah makan.

Informasi di atas tentang indra perasa, semoga jadi bacaan yang bermanfaat ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *