Mengapa keputusan hukum yang dibuat tidak jarang menuai protes

Keputusan Hukum Yang Dibuat Tidak Jarang Menuai Protes

Mengapa keputusan hukum yang dibuat tidak jarang menuai protes dan dianggap adanya ketidakadilan pada penegakan hukum? Dan banyak yang menganggap hukum itu tumpul ke atas, tetapi runcing ke bawah. Dan dinilai membuat banyak keputusan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat, sehingga sering menuai protes keras.

Hukum akan mengikat sebuah kehidupan, sebab berfungsi sebagai batasan dalam bertindak. Alasan keputusan hukum sering menuai protes, sebegai berikut :

Sifatnya Memperoleh Dukungan Berdasarkan Kekuasaan

Penyebab yang paling sering terjadi hingga muncul istilah ‘Hukum tajam ke bawah dan tumbuh ke atas’ adalah keputusan hukum bersifat yang mendapat dukungan dan kekuasaan akan menang. Dukungan dan kekuasaan yang dimaksud adalah bukti-bukti yang sah di mata hukum.

Misalnya saja jika ada seorang petani yang dituduh mencuri dan dijadikan tersangka, maka jika menginginkan keputusan bebas, sang petani harus mendapatkan dukungan berupa bukti yang sah di mata hukum.

Biasanya Keputusan Umum Berlaku untuk Umum

Keputusan hukum yang sudah dibuat biasanya berlaku secara menyeluruh dan umum. Hal ini membuat beberapa poin atau semua keputusan tidak bisa diterapkan pada kelompok tertentu. Dengan demikian, muncul berbagai protes yang dilakukan oleh masyarakat umum.

Keputusan yang sudah ditetapkan harus ditaati oleh semua pihak tanpa terkecuali. Maka, untuk meminimalisir protes dari suatu kelompok, dibuatlah beberapa aturan khusus, misalnya peraturan daerah, peraturan bupati, dan sebagainya.

Keputusan Memberikan Kewajiban Kepada Satu Pihak dan Lainnya Mendapatkan Hak

Hukum yang sudah diputuskan akan mewajibkan salah satu pihak untuk membayar uang denda atau ganti rugi dan pihak lainnya sebagai penerima hak. Pembayaran denda dan ganti rugi terkadang dianggap terlalu memberatkan, sehingga timbullah sebuah protes.

Jik a salah satu pihak merasa keberatan, biasanya akan dilakukan pengkajian ulang atau pihak yang keberatan bisa mengajukan banding. Namun, jika keputusan hukum sudah final hingga di tingkat tertinggi, maka semua hasilnya harus dipatuhi tanpa terkecuali.

Sebagai Penentu Berat dan Sifat Sanksi yang Diberikan

Keputusan hukum akan menghasilkan sebuah sanksi. Sifat dari sanksi ini bisa berat atau ringan dan didasarkan pada subyektifitas. Penentuan berat dan sifat sanksi menjadi hak penuh dari hakim, sehingga banyak yang menganggap seorang hakim itu bertindak tidak adil.

Dari beberapa alasan mengapa keputusan hukum yang dibuat tidak jarang menuai protes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *