Teori Masuknya Islam ke Indonesia

Bagaimana pendapat kamu tentang berbagai teori masuknya Islam ke Indonesia yang salah satunya melalui jalur perdagangan ketika masa kerajaan masih berjaya. Para sejarawan meneliti perkembangan Islam di Indonesia hingga memunculkan berbagai macam teori.

Bagaimana dengan pandangan teori ini?

Pendapat tentang berbagai teori masuknya Islam ke Indonesia adalah masuknya Islam ke Indonesia yang berasal dari wilayah atau negara banyak teori—teori yang dikemukakan para ahli sejarah. Islam sudah masuk ke Indonesia sejak abad ke 7 Masehi atau abad pertama tahun hijriah.

Teori-teori tentang masuknya Islam ke Indonesia dapat melengkapi Islamisasi di seluruh wilayah Indonesia sebagai hal yang kompleks dan hingga sampai sekarang prosesnya masih tetap terus berjalan.

Masyarakat Indonesia sebagian besar memeluk agama Islam, bahkan mencapai lebih dari 80%. Persebaran Islam di bumi pertiwi ini memang sangat luas dan menjangkau seluruh wilayah dari pulau Sumatera hingga Papua.

Proses masuknya Islam di Indonesia dengan beberapa teori seperti :

Teori Gujarat (India)

Teori India atau Gujarat ini berasal dari G.W.J Drewes yang meyakini jika agama Islam masuk ke Indonesia melalui aktivitas perdagangan, khususnya dari pedagang Gujarat. Para pedagang membawa agama Islam sejak abad ke 13 Masehi.

Teori ini bisa dikatakan cukup valid karena ada beberapa peninggalan yang masih ada hingga sekarang. Salah satu peninggalan yang menjadi bukti masuknya Islam di Nusantara adalah makam Malik As-Saleh yang wafat pada tahun 1297 Masehi.

Selain itu, ada peninggalan lagi berupa batu nisan di area pesisir Sumatera dengan tulisan 27 September 1428 Masehi. Batu nisan tersebut tidak lain adalah makan dari Sultan Maulana Malik Ibrahim yang menjadi salah satu bagian dari Walisongo.

Teori Mekkah (Arab)

Teori kedua yang diyakini para sejarawan tentang masuknya Islam ke Indonesia adalah teori Arab atau Mekkah. Teori ini dicetuskan oleh J.C Van Leur Anthony H hingga Buya Hamka yang menyatakan jika Islam sudah berada di Indonesia sejak abad ke 7 Masehi.

Islam dibawa oleh orang-orang Arab langsung yang menduduki kawasan pantai di Sumatera bagian barat tahun 625 Masehi. Pada saat itu, kerajaan Sriwijaya pernah menguasai daerah tersebut dan ditemukan nisan dari Syekh Rukunuddin tahun 672 Masehi.

Pendapat ini juga bisa berterima karena di Indonesia sendiri banyak masyarakatnya yang memiliki marga Arab dan masih bertahan hingga sekarang. Diperkirakan orang-orang Arab telah menikah dengan pribumi dan menyebarkan keturunannya di seluruh Indonesia.

Teori Persia (Iran)

Teori tentang ajaran Islam masuk ke Nusantara pada abad ke 13 Masehi.

Dikatakan bahwa Djajadiningrat berpendapat bahwa tradisi dan kebudayaan Islam di Indonesia memiliki persamaan dengan Persia oleh Abdurrahman Misno.

Hal tersebut ditulis dalam Reception Through Selection-Modification; Antropologi Hukum Islam di Indonesia (2016)

Salah satu contohnya adalah seni kaligrafi yang terpahat pada batu-batu nisan bercorak Islam di Nusantara. Ada pula budaya Tabot di Bengkulu dan Tabuik di Sumatera Barat yang serupa dengan ritual di Persia setiap tanggal 10 Muharam.

Teori Persia ini disangkakan masuknya ajaran Islam ke Indonesia adalah Syiah. Kesamaan tradisi yang mirip ritual Syiah di Persia ini merujuk pada negara Iran. Teori ini cukup lemah karena mayoritas pemeluk Islam di Indonesia adalah bermazhab Sunni.

Teori China

Teori China menyebutkan jika Islam memasuki Nusantara pada abad ke 7 Masehi. Namun, orang yang membawa ajaran Islam berasal dari dinasti Tang tahun 618 Masehi. Sebelumnya, Islam sudah masuk ke China saat pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan.

Beberapa sejarawan sangat yakin jika Islam yang ada di Indonesia dibawa oleh orang-orang China yang sedang bermigrasi. Teori ini bisa diterima, tetapi masih ada beberapa keraguan dari masyarakat.

Teori masuknya Islam ke Indonesia adalah teori-teori yang dikemukakan oleh para tokoh mengenai waktu dan asalnya agama Islam masuk ke Kepulauan Indonesia. Semoga saja beberapa pembahasan teori masuknya Islam ke Indonesia dapat dipahami.

Leave a Comment